
Suhendra - detikFinance
Jakarta - Pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) akan kembali digelar. Ajang promosi perdagangan tanah air ke internasional ini diharapkan bisa menjadi senjata Indonesia menangkal serangan krisis global.
TEI ke-23 ini rencananya akan digelar pada tanggal 21-25 Oktober 2008 di Arena PRJ Jakarta.
"Trade expo merupakan langkah konkrit terhadap promosi perdagangan dan penetrasi pasar di tengah kondisi krisis global," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara konferensi Pers di Departemen Perdagangan, Jakarta, Kamis (9/10/2008).
Ajang pameran prestisius ini hanya akan diikuti oleh kurang lebih 800 peserta dari seluruh Indonesia yang semua produknya sudah berstandar internasional. Dengan menampilkan berbagai produk utama yang diperdagangkan seperti mebel, elektronik, alas kaki, udang, kopi, biji coklat, karet dan produk karet, komponen otomotif, minyak sawit dan tekstil dan produk tekstil.
Pameran ini ditargetkan bisa merangkul 2.130 pembeli yang terdiri dari 108 negara di dunia. Tema pameran ini akan menggunakan slogan "Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia?"
Pameran yang berlangsung kurang lebih satu minggu ini ditargetkan mengantongi transaksi hingga US$ 220 juta. Selain itu, Presiden SBY direncanakan akan membuka pameran ini.
"Akan datang 80 buyers dari Brazil, 150 dari Timur Tengah, Rusia, Bulgaria, Afganistan, termasuk Iraq yang baru melakukan rekontruksi setelah perang yang biasanya demand-nya tinggi," jelas Mari.
Menurut Mari, kedepannya pihaknya akan lebih agresif dalam meningkatkan promosi perdagangan termasuk dalam hal pameran. Mengingat banyak kalangan yang memprediksi pada tahun depan pertumbuhan ekspor Indonesia akan lebih rendah dari tahun ini.
Kamis, 09 Oktober 2008
Trade Expo Indonesia Digelar untuk Tangkal Krisis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar