
Irna Gustia - detikFinance
Jakarta - Rupiah langsung segar di sesi siang meski pada sesi pagi sempat melemah tajam hingga melewati 9.600 per dolar AS. Rupiah menguat tipis di tengah tekanan pasar finansial yang masih labil.
Pada perdagangan valas pukul 13.30 WIB, Kamis (9/10/2008) rupiah menguat 5 poin ke posisi 9.590 per dolar AS.
Upaya Bank Indonesia yang selalu siaga di pasar berbuah hasil dengan meredanya pelemahan rupiah.
Pengamat valas Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance, Kamis (9/10/2008) mengatakan penguatan dolar terhadap mata uang regional tak tertahankan lagi. Dolar AS diburu di seluruh dunia akibat krisis kredit yang berawal di AS.
Untuk mengatasi pelemahan rupiah lebih lanjut, transaksi pembelian dolar di pasar antar bank mesti dibatasi.
"Pembelian valas yang berlebihan harus dibatasi misalnya hanya US$ 100.000 sampai US$ 200.000 sekali transaksi," ujarnya.
Farial menambahkan krisis ini merupakan dampak dari kesombongan AS. "Ini jadi pelajaran bagi kita, bahwa AS yang begitu jumawa bisa bodoh, jangan terlalu kagum kalau melihat mereka berbicara," ujarnya.
Dampak krisis kredit di AS ini bahkan lebih parah daripada krisis yang terjadi di Asia 10 tahun yang lalu. Krisis di Asia hanya memberikan dampak bagi kawasan Asia saja, sedangkan krisis di AS sudah menular ke seluruh dunia.
Kamis, 09 Oktober 2008
Rupiah Segar di 9.590/US$
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)





0 komentar:
Poskan Komentar